Sabtu, 20 Oktober 2012
pukul 15.30 WITA aku menunggangi kuda besi ku ke kota Banjarmasin dari BeLanda (cara anak gaol Banjarmasin buat bilang "Belakang Bandara", dimana rumahku berlokasi) setelah menjenguk temanku dari rumah sakit, habis kecelakaan, bibirnya robek, giginya jadi ompong dua didepan!! Kesian bener dah, huhuh. dan berfoto di sekitar bandara bersama salah satu Best Fren qu, hehehe
Melenggang ke Banjarmasin bukan tanpa tujuan, yang tak lain adalah menghadiri pertemuan santai bersama Pak Didik (salah satu orang penting di perusahaan XXX yang sedang aku jalani tesnya), sekaligus melengkapi berkas biodataku yang masih kurang, hehe...tepatnya gara2 daftar pake KTP expired, berkas jd tertunda buat diproses :(.
Akhirnya aku tiba di Banjarmasin, menghentikan kuda besi ku didepan kantor perusahaan XXX. Sesuai informasi yang disebarkan lewat SMS nya mbak Ema, kami semua akan dikumpulkan di Mess Tim Dahsyat XXX (yang sebenarnya aku juga belum tau dimana lokasi mess tersebut). Berkali kali ku telpon dan SMS mbak Ema agar ku dapat mencapai tempat tujuan. Sampai akhirnya aku tiba di sebuah perumahan bernama "Komplek Banua Anyar". "Widih...widih perumahan orang elit bo, baru masuk itu komplek udah ada security di pojokan jalan", gumamku dalam hati.
Mataku langsung disambut sebuah rumah elit dengan cat dasar warna merah, abu-abu, putih. Di dalamnya mobil-mobil mewah tersusun rapi. Aku berhenti didepan pagar rumah elit itu, berniat masuk ke dalam rumah (padahal aku belum tau dimana lokasi mess itu pastinya). Namun, setelah melihat segerombolan orang menunggangi sepeda motor beramai-ramai, aku berubah pikiran dan mengikuti mereka (ku pikir mereka adalah orang-orang perusahaan XXX). Eh, pada akhirnya mereka berpisah di belokan yang berbeda-beda sampai ku ikuti satu orang dan tersesat di Jalur II. Karna sudah hampir putus asa, akhirnya ku telpon lagi mbak Ema, dan aku dapat jawaban yang sama "Kiri, di pojok". Apaan? Mana aku ngerti kalo begitu alamatnya!! Aku juga bingung kenapa selalu suami mbak Ema yang angkat telponku, mungkin mbak Ema sedang sibuk, gumamku dalam hati.
Beberapa menit kemudian aku dapat clue tambahan ada mobil ".....", merek mobil mewah gitu deh lupa namanya. Kemudian aku teringat rumah mewah dengan cat warna merah, puttih dan abu-abu tadi. Dan dirumah itu ada banyak mobil, mungkin saja mobil merek mewah itu ada disitu pikirku. Dalam percakapan ditelpon "yang depannya ad amobil "....."mbak", kata mbak Ema. Ku tanya "oh, yang rumahnya warna merah, putih sama abu-abu ya??" untuk memastikan. "Iya,,iya". kata mbak Ema.
Melajulah aku ke rumah elit tadi, batu-batu tersusun rapi membentuk kata "Welcome" tak lepas dari pandanganku. Ku lewati pagarnya yang terbuka dan menghentikan kuda besiku didepan rumah itu (aku tidak yakin itu bagian depan rumahnya, ntahlah aku pun tidak bisa mengenali yang mana bagian depan rumahnya). Aku bingung, bertanya-tanya dalam hati apakah benar ini mes milik perusahaan XXX. Sempat aku terdiam sejenak. Sampai akhirnya seorang pria dalam mobil (mau keluar pagar) menyapaku "Cari siapa mbak?", dengan kikuk aku menjawab "Mas, ini yg mess perusahaan XXX itu ya?". Dia menjawab "Oh, bukan mbak, kalau yang perusahaan XXX itu di ujung sana" (di ujung sana, yang juga aku tidak tau dimana.) Aku yakin lelaki tadi adalah pemilik rumah elit ini. Karena belum merasa puas dengan jawaban lelaki tadi, aku bertanya kepada dua orang wanita yang sedang sibuk mengepel teras rumah itu (sepertinya mereka pembantu dirumah itu). hehe...."Bu, numpang tanya ini yang mess perusahaan XXX itu ya?". "Oh bukan!" jawab salah seorang wanita. "Kalau jalur I itu dimana ya?" lanjutku bertanya. "Oh, jalur I disana! (sambil menujukkan arah jalan dengan telunjuknya)", "Jalur I ada 2, Ia sama Ib, Ib di ujung sana", tambahnya. "Oya, makasih bu, kirain ini mess anu bu" dengan malunya. hehe (Akhirnya sadar salah masuk rumah). Dua wanita itu senyum simpul atas kekonyolanku! "Kirain tadi guru ngaji!!!!!" sahut salah seorang wanita kembali. Aku sungguh tidak bisa berkata apa-apa lagi, mendengar perkataannya. "Sholehah banget ya wajahku ini sampai dikira guru ngaji?? hahahaha,, mentang-mentang aku pake kerudung"
Setelah keluar dari rumah elit itu, aku memilih
untuk belok ke Jalur Ia. Baru saja tiba di belokan tersebut, seorang laki-laki
berbaju gamis putih melambaikan tangan kepadaku. Aku ragu pria itu benar Pak
Didik atau bukan. Pria itu melambaykan tangannya lagi kepadaku, memintaku
mendatanginya dengan setengah memaksa. "Ayo kesini!!" katanya.
Dibegitukan, akhirnya aku mendatangi pria itu meyakini kalau itu pak Didik
(karena secara garis besar perawakan keduanya mirip, berkulit gelap dengan
perut agak buncit hehe). Kudekati pria itu, dan kulihat beberapa orang hilir
mudik sibuk mengangkuti piring berisi makanan. "Yesss!! perut
keroncongan,, makanan udah didepan mata!! Pas banget nih waktunya aku datang!!
" gumamku dalam hati. Ku hentikan kuda besi ku mendekati bapak itu dan
masih sempat bertanya (Kalau-kalau salah rumah lagi :P), "Pak, ini yang
mess perusahaan XXX itu ya?". Sontak dia menjawab "Ohh mun XXX tu di
ujung sana nah,, nah,, (Berbicara dalam bahasa banjar)". Ku palingkan
wajahku ke arah kiri sesaat, aku pun mengerti. "Yah, gagal dapat makan
gratis!". Memang tidak mungkin TIM Dahsyat XXX segitu banyaknya, sampai
memenuhi isi rumah itu, tumpah ke teras, ada nenek-nenek pula!! sudah lah pasti
ini acara "SELAMETAN" :(
Ku langkah kan kembali kuda besiku dengan gontai
menuju ujung jalan, aku tidak yakin bangunan itu adalah mess, lebih mirip rumah
keluarga sebenarnya. Aku melihat beberapa buah sepeda motor parkir didepannya,
aku juga parkir. Dan...Masya Allah, ku lihat pak Didik sedang bercuap-cuap
tentang perusahaan XXX. Ku ucapkan salam saat memasuki rumah tersebut, salamku
dibalas dan aku duduk. Pak Didik menyindir "Seharusnya datang on time ya,
ini sudah lewat 15 menit". Dalam hatiku "Pak, saya ini tiba di
Banjarmasin in time malah, tapi alamat bapak tuh gak jelas!! saya jadi telat!!
untung saya gak dikasih alamat palsu kaya Ayu Ting Ting, Huh"
Pertemuan berjalan lancar, sampai akhirnya Pak
Didik ingin menunjukkan Income Summary nya pertahun kepada kami lewat proyektor
(tapi dia bilang proyektor dia kebawa mbak Ema yang ternyata sedang berada di
Kalteng). Aku jadi berpikir, ohh jadi mbak Ema sms aku dari Kalteng toh! Pasti
sms ku sangat menggangu kesibukan beliau. Akhirnya, Pak Didik memilih
menghubungkan laptopnya ke Televisi (Berapa inch ya?? umm...gede gitu deh!).
Sambil menunggu terhubungnya laptop ke televisi Pak didik menjelaskan
spesifikasi laptopnya "Ini laptop apple, harganya 23 juta, saya beli waktu
saya ke Amerika. . .belum ada ini di Indonesia! Laptopnya gak usah
dimatiin!!". seumur umur baru kali ini aku liat laptop Apple di depan
mata, harganya 23 juta pula! haha
Aku makin kagum waktu liat tampilan layar laptop
itu ditelevisi, beda banget sama laptop-laptop yang biasa aku lihat. Display
sama taskbar nya CANGGIH lah pada intinya, enak banget kayanya megang tu laptop
:(, super tipis pula, keyboardnya ada lampunya, desainnya mewah euy! Pak didik
menambahkan "Ini nih yang paling saya suka dari laptop ini, chargernya
kaya magnet, jadi kalo ada orang kesandung tali charger, chargernya aja yang
lepas, laptopnya gak ketarik, gak kaya laptop pada umumnya, jadi aman".
"Oyayaya...." aku semakin kagum :) "Enak mah, orang kaya,
penghasilannya aja lebih dari 100 juta perbulan"
Adzan maghrib berkumandang, kami menghentikan
diskusi dan sharing. Mereka sholat maghrib (Aku tidak hee). Sementara mereka
sholat, aku menumpang ke kamar kecil. Aku masuk dan ku dapati closet duduk :(
(Aku tau cara menggunakan closet duduk, tapi aku tidak terbiasa menggunakan closet duduk hehe). Pertama-tama ku amati semua perabotan yang ada di kamar kecil tersebut. Ku pelajari bagaimana menggunakan perangkat closet duduk itu satu persatu, semua OK!! "Tidak akan terjadi apa-apa, aku pasti bisa menggunakannya :P". Duduklah aku diatas closet duduk itu, masalah datang saat aku tidak mahir menggunakan selang yang terpisah dari closet duduk itu (cara kerjanya berbeda,kalo selang pada umumnya kontrolnya ada di ujung selang, dan kita cukup tekan pengontrolnya selama yang kita mau). Kalau ini, pengontrolnya tertempel di dinding dan letaknya agak sulit digapai saat kita duduk di atas closet tersebut, cilakanya lagi air dari selang itu akan terus mengalir kalau tidak aku matikan pengontrolnya di ujung sana. Susah payah aku menyalakan selang itu karna memang susah menggapainya, air yang mengalir kecil pula :(. Saat aku ingin menaikkan celanaku, artinya aku harus mematikan selang tersebut, mungkin karna aku kesusahan mematikannya, airnya tidak terkontrol dan mengarah ke celana ku. :( Akhirnya, terpaksalah aku mengikuti discussion 'n sharing setelah sholat maghrib itu dalam keadaan celana basah di pantat : (Untung bajuku panjang dan berwarna gelap, jadi tidak terlalu keliatan xixixxi)
Tapi aku senang dapat makan malam gratis, ENAK :) dan yang lebih penting bisa bertemu dengan orang-orang yang pastinya akan menjadi inspirasi bagiku untuk lebih maju lagi :)
Akhirnya, pukul 21.00 Wita aku pamitan mau pulang ke BeLanda kepada Mas Didik, Tim dan keluarga beliau. Saat aku ingin melangkah pergi Mas Sapto tergopoh-gopoh mendatangiku (Dia adalah tangan kanan Pak Didik dan yang mengabari kalau berkas tertunda untuk diproses lebih lanjut). Katanya "Mbak, KTP itu selesainya kira-kira 2 hari ya, Senin-Selasa, Rabu mbak bisa kesini lagi". "Iya Mas, boleh minta nomer hapenya biar saya enak kasih kabar?" sambil menggenggam Hape di tangan. "Itu tadi nomor saya" jawabnya. Aku bingung dan belum sempat mengambil kesimpulan. Dia udah miskol ke handphone ku (tanpa ku tau), tiba-tiba muncul panggilan masuk "Incoming call Mbak Ema XXX". Kami sama-sama tercengang melihat layar hapeku. Dia bingung aku menamai nomornya dengan "Mbak Ema" dan aku juga malu gara-gara nama "Mbak Ema" itu. Jadi
selama ini yang mengabari kalo ada discussion n sharing TIM Dahsyat dan yang berkali-kali ku telpon atau sms soal alamat itu adalah.......???????? (Duh,, Mas Sapto kok ga pernah komplain sih kalo aku panggil mbak Ema di sms >_<)
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuskeren banget laptop apple nya!
Hapuskapan yaa bisa punya yg seperti itu? wkwk
part yg ada 'Ayu Ting-Ting' nya itu bikin ketawa aja, nice joke! :D
anyway
blog nya kece!
KEEP POSTING YAA~
ntar sob,, kalo qt jd org kaya? haha
BalasHapusmau ikut jejak pak didik? haha
buahha, i love ur joke abt ur uncle :P
matatih, keep sharing ur post to me :) :)